Korban Banjir di Siabu Mendapat Bantuan, Ini Imbuan BPBD Madina

Avatar of Redaksi
IMG 20241014 WA0119
Warga terdampak banjir menerima bantuan. (Suhartono/kabarterdepan.com)

Mandailing Natal, kabarterdepan.com – Pasca banjir yang menerpa Pemukiman warga dan lahan pertanian di Tiga Desa di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) pada Minggu (13/10/2024), Pemerintah Kabupaten Madina melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dan Dinas Sosial Madina menyerahkan bantuan, Senin (14/10/2024). Bantuan yang diberikan berupa sembako, selimut, alas Tidur (Matras) dan obat-obatan.

Tiga desa yang terdampak banjir tersebut adalah  Desa Tanjung Sialang, Huta Godang Muda Dan Muara Batang Angkola.

Usai melakukan penyerahan bantuan, Kepala BPBD Madina Mukhsin Nasution mengatakan, pihaknya akan melakukan pelebaran sungai agar banjir tidak berulang ke depannya.

“Yang kita rencanakan, yang pertama pelurusan sungai ditaksir ada sekitar 4 sampai 5 kilo untuk mengamankan ke tiga desa yang terdampak banjir mulai dari Tanjung Sialang, Huta Godang muda dan Muara Batang Angkola,” ucapnya.

Muchsin menambahkan, langkah kedua untuk pelebaran sungai di Desa Muara Batang Angkola.

“Itu yang solusi yang mungkin yang kita tawarkan,” lanjutnya.

Mukhsin juga menerangkan terkait bangun air bersih yang dibutuhkan warga karena pipanisasi air dari pegunungan terputus akibat diterpa banjir, serta pendirian dapur umum.

“Kemarin malam sudah disampaikan oleh pak kades, Bapak camat juga.
Dan Kita sudah hubungi perusahaan PT Mas Mining untuk memberikan tangki air bersih dan sudah ada di sini,” ujarnya.

“Di BPPD pun sebenarnya ada untuk tangki air bersih, kalau masih diperlukan itu akan kita turunkan,” imbuh Mukhsin.

Di sela-sela penyerahan bantuan, Mukhsin juga mengimbau kepada masyarakat Madina agar waspada, terutama warga yang lokasinya rawan bencana.

“Cuaca masih penghujan, kita khawatirkan lebih waspada lagi, karena dari informasi dari BMKG akan pergantian musim belum ada, jadi waspada akan intensitas hujan, khususnya di bantaran sungai dan masyarakat yang bermukim akan rawan longsor dan pohon tumbang,” pungkasnya. (Suhartono)

Responsive Images

You cannot copy content of this page